Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Sairing balam jo Barabah, balam lalu barabah mandi,
pucuak cimpago rang patahkan,
sairing salam jo sambah, sambah lalu salam kembali,
ampun jo maaf ambo puhunkan.

Assalamualaikum Wr. Wb.
Mohon doa Restu kepada Bapak/ibu, mamak, angku, rang mudo jo anak kamanakan dunsanak rang Guguak Tabek Sarojo sadonyo dima sajo berado.

Insya Allah blog Guguak Tabek Sarojo ini akan kito kambangan basamo. Kapado dun sanak kasadonyo nan ka mambari sumbangan tulisan silahkan dikirim baik via email ka havid_a@yahoo.com atau dimasukkan ka “kolom mangirim tulisan” untuk ditampilkan menjadi artikel. Tulisan dapek barupo pengetahuan agamo, adaik, pituah, saran ka anak kamanakan di kampuang dan lain sabagaino. Nan ka mamasuakan foto bisa di kirim lalu email atau facebook IMGT nan lah ado juo.

Blog iko ditujukan untuak mambangun nagari awak, nan nampaknyo lah manjadi salah satu program lo di pamarintah yaitu mambuek nagari saiber (Sesuai dengan surat Gubernur Sumbar tgl. 15 September 2004. No: 140/1180/PEM NAG/KEL-2004). Manurut informasi di http://www.nagari.or.id/?moda=bagun&id=ag16, nagari awak alun ado ba nagari saiber (cyber nagari) lai. Dari paparan di web tu banyak program nan ka awak cubo mangambangkan dan manjalankan basamo.

Kapado dun sanak nan lah bakunjuang silahkan tinggalkan komen atau saran atau pun salam ka rang kampuang nan ka sato lo bagabuang.  Sebarkan juo ka dun sanak kito supayo nak rami juo.

Kok ado nan indak pado tampek no ampun jo maaf kami sampaikan. Manusia yo tampeknyo salah dan khilaf.

Demikianlah salam pambuka ko ambo sampaikan. Semoga kehadiran blog ko nantino dapek menjadi media komunikasi dan informasi untuk mambangun nagari awak. Amin ya Rabbal Alamin.

Admin GTS

Berita Duka

Innalilllahi wa inna ilaihi rajiun….

Telah berpulang ke Rahmatullah

Jasril Angku Rangkayo Mulia

dari Suku Guci Guguk Tinggi.

Pada hari Minggu, 4 Desember 2011 pukul 03.00 dini hari.

Dimakamkan di Guguk Tinggi Tabek Sarojo.

Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggal diberi ketabahan. Amin.

H.A. Dt Rangkayo Mulia

Kerapatan Adat Nagari (KAN) Guguak Tabek Sarojo pada tanggal 3-4  Juli kemarin melaksanakan Musyawarah Besar Luar Biasa menindaklanjuti telah dilewakannya 47 penghulu baru di kedua jorong yang ada di Guguak Tabek Sarojo, yaitu Jorong Guguak Tinggi Tabek Sarojo dan Jorong Guguak Randah. Dalam Mubeslub ini dilakukan pencerahan penghulu dengan penyampaian makalah yang diberikan oleh Ketua LKAAM Sumatra Barat Drs. M. Sayuti Dt Rajo Panghulu, M.Pd. dan dari ketua MUI Kabupaten Agam Dr. Zulkifli, M.A.

Ketua Panitia acara mubeslub ini Dr. Azheri Busyra Dt. Bungsu, S.H., M.H.  dalam laporan mengatakan bahwa MUBESLUB ini diharapkan dapat memberi kontribusi terhadap pembangunan nagari berdasarkan falsafah Minangkabau Adat basandi Syara’, Syara’ basandi Kitabullah.

Dalam makalahnya Ketua LKAAM Sumbar menyampaikan mengenai model struktur organisasi pasukuan dan KAN serta rincian tugas, tanggung jawab, hingga fungsi dari perangkat organisasi. Dalam diskusi juga sempat dibahas mengenai usaha untuk mePemakalah dalam Mubeslunngoptimalkan kembali fungsi panghulu dalam pemerintahan nagari. Sementara Ketua MUI menyampaikan mengenai syara’ terkait dengan tugas dan fungsi penghulu.

Pada hari kedua MUBESLUB difokuskan pada rapat komisi yang dibagi menjadi komisi A mengenai Adat, Syara’ dan Sako serta Pusako yang difasilitasi oleh Warmen Dt. Maka, S.Pd. kemudian Komisi B mengenai AD/ART difasilitasi Dr. Azheri B. Dt. Bungsu, S.H., M.H.  dan terakhir  Komisi C mengenai Sosial Kemasyarakatan difasilitasi oleh Zuardi Dt. Tan Maninjun, S.Pd.  dan Havid Ardi Dt. Rangkayo Mulia, S.Pd., M.Hum.

Dari sidang Pleno diperoleh beberapa rekomendasi untuk kepengurusan KAN periode berikutnya. Kemudian juga dibentuk tim formatur yang akan menyusun kepengurusan KAN periode 2010-2015. Acara ini ditutup secara resmi oleh Ketua KAN H.M Dt. Rajo Api.

Awas Bahaya HIV/AIDS

Tulisan ini dikutip dari diskusi di R@ntauNet rantaunet@googlegroups.com. Tulisan Saafrudin Bahar ini mengangkat ratapan Buya Mas’oed Abidin tentang berita 140 orang penderita HIV/AIDS di kota Bukit Tinggi nan tidak berapa jauh dari Nagari Awak Tercinta Guguak Tabek Sarojo. Agaknya, ratapan atau ungkapan perasaan Buya yang berjudul “Oh Bukittinggi-ku,…Apalah Artinya Kita Berbangga “1000 Kubah 1000 Gonjong”…kalau Kita Punya 140 Penderita AIDS”. Kalau tidak salah Buay Mas’oed adalah sumando Rang Guguak Tabek Sarojo. Mari kita inap-inapkan ungkapan perasaan beliau yang mengandung pesan moral dan teguran. Berpikir kembali. Semoga peristiwa yang melanda Bukittinggi tidak terjadi di Nagari kita.

“Oh Bukittinggi-ku,…Apalah Artinya Kita Berbangga “1000 Kubah 1000 Gonjong”…kalau Kita Punya 140 Penderita AIDS”

Oleh Buya Mas’oed Abidin

Bagikan
Sab pukul 15:49

Sungguh….
baju di dada rasa terkuyak…
puncak kuduk ini rasa dikampak…, ketika kudapat kabar di Bukittinggi –ranahku nan setumpak rancak ini , ternyata 140 kasus HIV AIDS tengah merebak….
Astagfirullahaladziiim…..!!

Ondeeh Mamak….!
Ondeee Mandeeeh…..!
Ondeee dunsanak…!
Kalau kurap dan tukak itu sudah meruyak di kulit kening….
Kalau aroma busuk ini sudah merasuk dari balik dinding…
Kemana muka sirah ini harus kita surukkan….?

Seribu GONJONG..seribu KUBAH sekalipun….seperti tak berati apa-apa ,ketika pada kenyataannya anak kemenakan kita asyik masyuk bermain-main dengan kemaluannya…
Adat Basandi Syarak,Syarak Basandi Kitabullah…; bukankah sepertinya membuat kita sudah berlama-lama terlena berkoar dalam Forum –forum seminar saja…?
Kita terbuai berceloteh dalam senandung semboyan belaka….
Berkali-kali kita menepuk dada ..
Berkali-kali kita berbangga-bangga untuk Mambangkik Batang Tarandam itu….
Sungguh kita tak sepenuhnya mengerti, Sanak…….
entah apa Nan Dibangkik….
entah Batang yang mana nan tarandam…..
kitapun hanyut…berlatah-latah dalam jargon dan semboyan….

Adat Nan Ndak Lapuak dek Hujan nan Ndak Lakang Dek Paneh, sungguh seperti sebuah IKLAN….(meyakinkan dalam ucapan, meragukan dalam kenyataan..kalaulah terlalu berlebihan dibilang menggamangkan…)
Apakah memang inilah kenyataan bahwa; cupak sudah diganti urang panggaleh… jalan lah dialiah si urang lalu..?
Berulang kali….kita sungguh telah bermurah-murah untuk bermahal-mahal berpesta pora dalam prosesi membagi-bagi Saluak Datuak….
Kita lewakan sanak saudara dalam kebanggaan sebagai Penghulu Negeri ,ketika yang beliau punya cuma sesungguhnya tak lebih dari Rupiah dan Gelar Perguruan Tinggi …….
Apakah kita yang sudah salah tonggok…?
Memasangkan mahkota Pemangku Negeri dalam sebuah impian keliru…..
Alhasil..sosok Datuak semakin berserak…tapi kenapa ‘paga nagari’ seperti rompak…?
Pematang ‘alua jo patuik’ itu seperti telah terban dihantam kegilaan zaman….

Ondeh Mamak……ondee Mandeee….
Walau tak ada nan menepuk air di selokan..tapi betapa muka ini serasa tersiram air comberan…?

Jujur, aku malu..
Apalah artinya kukoarkan pada banyak perantau, tentang Kemilau Jam Gadang ku Nan Memukau…?
Apalah artinya kubanggakan pada banyak orang, tentang Bukittinggiku nan Sabana Rancak…?
Apalah artinya kutegak..bersorak…menyerak-nyerakan kodak….dari Janjang Gantuang..Ngarai Sianok..Kebun Binatang…Benteng For De Kock….Hijau Biru Diantara Merapi dan Singgalang……sawah-sawah indah membentang dalam hamparan hijau sansai bakuliliang…?

Sungguh, betapa semua itu ternyata memang hanya KULIT….

Bukittinggi –ku nan Bak Nak Gadih Nan Jolong Gadang….
Gila melenggok…mangamek…dan bersolek sepanjang jalan…..
Ketika kota ini terus menggeliat dengan arah yang semakin membingungkan dan tak berkeseimbangan….
Kota pariwisatakah..kota perdagangankan..atau kota pendidikan …?
Diam-diam..Bukittinggiku menyingkap ragam cerita kebinalan….
Entah telah berapa kali koran2 mengabarkannya….
anak kemanakan kita tertangkap berbuat maksiat di tengah kota
walau, mungkin dia cuma si urang lalu…..
tapi taik kerbau itu telah berleak..berselemak di halaman rumah gadang itu…

Aaah…
Sudahlah mamak….sudahlah mande…..sudahlah dunsanak….
dengan Angka 140 pengidap HIV AIDS…
Sungguh ini bukan sebuah cerita ringan…..
Inilah sebuah kenyataan bahwa; betapa kita semua telah lama berlarut-larut tenggelam dalam SLOGAN dan SEMBOYAN..…..

Para orang tua, guru, rang mudo, dan angku datuak nan gadang basa batuah, marilah kita renungkan ungkapan perasaan Buya kita. Hal ini bisa menimpa siapa saja. Perhatikanlah tingkah laku, pergaulan anak kemanakan kita. Nagari awak dak bara jauah dari Bukik, jadi hal iko dak tertutup anak kemanakan kita bisa saja ikuik terkena.

HIV/AIDS tidak hanya menular melalui pergaulan bebas, tetapi juga penggunaan narkoba, jarum suntik yang tidak steril, transfusi darah dari orang yang telah tertular. Gejala penyakit ini tidak mudah untuk diketahui. Gejalanya baru kelihatan setelah 5-10 tahun. Jadi janganlah mendekati hal-hal yang memberi peluang bagi kita, anak kita, dan kemenakan kita terjangkiti penyakit yang belum ada obatnya ini.

Kuatkan bekal agama, moral, dan kepribadian anak kemenakan sejak di rumah. Ini adalah kunci menghindari hal ini. Jangan dekati zina, jika telah mampu lahir dan batin ikutilah sunnah rasul, menikahlah. Awasi penggunaan internet untuk hal-hal yang bisa memancing ke arah hal negatif seperti pornografi. Seperti kata bako ambo H. Yelvis, SE. Dt. Tan Bagindo “lamak bana diawak nan dilayar datar tu, sementara Allah memberikan kita yang halal, istri”.

Sitiran Buya di atas juga diarahkan pada semua, terutama niniak mamak. Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang melalaikan amanah.

Baralek Gadang di Guguak Tabek Sarojo Nagari nan Penuh Sejarah

Tulisan ini disalin dari Singgalang Online edisi Sabtu, 27 February 2010 bertepatan dengan waktu pelaksanaan alek nagari yang melewakan 47 datuak di Guguak Tabek Sarojo. Selain itu juga dikompilasi dengan email dari group rantaunet dari seseorang yang pernah ikut meneliti di Kanagarian Guguak Tabek Sarojo pada tahun 1963-1966 silam bersama Nancy Tanner warga Amerika dalam menyelesaikan disertasinya. Guguak Tabek Sarojo tidak hanya terkenal dengan pandai emas, pedagang, penjahit/bordir, tetapi nagari ini tercatat juga pernah menjadi tempat persembunyian para pemimpin revolusi.

Baru-baru ini nagari ini baru saja mencatat sejarah terbaru dalam sejarahnya, mungkin juga hal terbesar dalam sejarah ranah minang, dengan perhelatan yang melewakan 47 pangulu suku dari 10 suku yang ada di kanagarian Guguak Tabek Sarojo, yang meliputi Jorong Guguak Tinggi Tabek Sarojo dan Jorong Guguak Randah.

47 Datuak Dilewakan di Guguak Tabek Sarojo

H. CHUN MASINDO

Bukittinggi – Nagari Guguak Tabek Sarojo, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, baralek gadang. Tidak kurang dari 47 putra-putra terbaik nagari itu, Sabtu (27/2) dilewakan gelarnya sebagai datuak, pemimpin dari masing-masing kaumnya. Para datuak tersebut berasal dari sepuluh suku yang ada di nagari
itu.
Alek kali ini memang alek besar. Satu menteri, satu Ketua DPD RI dan seorang mantan anggota DPRD Sumbar yang kini calon Bupati Agam 2010/2015, ikut dilewakan karena menyandang gelar datuak dari kaumnya. Dalam sejarah alek batagak pangulu di Guguak Tabek Sarojo, inilah alek terbesar yang pernah
dilangsungkan.
Ke-47 datuak yang dilewakan gelarnya itu, berasal dari kaum suku Sikumbang, Caniago, Jambak, Koto, Pisang, Malayu, Guci, Pili, Tanjung dan Payobada. Menurut Walinagari Guguak Tabek Sarojo, Asroel Diaz St. Pangeran, dari seharusnya 56 pangulu di Nagari Guguak Tabek Sarojo, dengan dilewakannya 47 datuak tersebut, berarti sudah ada 54 pangulu, karena saat ini terdapat tujuh pangulu yang masih aktif.
Asroel Diaz didampingi Ketua KAN Guguak Tabek Sarojo, H. Muzer Dt. Rajo Api, prosesi malewakan gala datuak ini, sebenarnya sudah diancar sejak 2003 lalu.
Lanjut Baca »

Berita Duka

Innalillahi wa inna Ilaihi Rajiun

Telah berpulang dunsanak kito Ismael Angku Sinaro dari pasukuan Pili Guguak Tinggi pada hari Senin, 15 Februari 2010  pukul 10.00 WIB

Semoga arwah dan amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT. Keluarga yang ditinggalkan semoga tetap tabah.

Admin

H.A. Rangkayo Mulia

Acara batagak Pangulu pada tanggal 27 Februari 2010 lalu melewakan 47 orang angku datuak yang terdiri dari 25 orang dari Jorong Guguak Tabek Sarojo dan 22 orang dari Jorong Guguak Randah. Diantara datuak nan dilewakan terdiri dari pangulu pucuak dari suku asa (urang tuo nan barampek), pangulu nan duo baleh, pangulu nan baranam dan pangulu basa.

Berikut biodata umum datuak nan lah balewakan.

Nama Kecil Payuang Panji Suku
B.S.E.E. Riyanto Sofyan, M.B.A. Datuak Rajo Ampek Suku Pisang (GGT)
Havid Ardi, S.Pd., M.Hum. Datuak Rangkayo Mulia Guci (GGT)
H. Fauzan Datuak Cindo Mangkuto Caniago
Ilyas Datuak Rajo Rajo nan Garang Pisang (GGR)
Ardi Zuarman Datuak Panduko Basa Sikumbang  (GGR)
Gafnel, SH Datuak Basa Sikumbang nan Limo (GGT)
H. Ervin Bakar Datuak Sati Pisang (GGT)
H. Melvin Muis Datuak Rajo Endah Guci (GGT)
Rioni Hajri Datuak Sulu Balang Sikumbang (GGT)
Beni Agusti, S.Pd. Datuak Sinaro Pili
H. M. Yelvis, S.E. Datuak Tan Bagindo Malayu (GGT)
Laisa, S.Ag. Datuak Manindiah Tanjuang (GGT)
Warmen, S.Pd. Datuak Maka Koto (GGT)
H. Arie Rusdianto, S.E. Datuak Gunuang Rajo Tanjuang (GGT)
Ir. H. A. Syafri Thalib, M.Sc. Datuak Mangkudun Pisang (GGT)
Nasril Mahyudin Datuak Palindih Sikumbang (GGT)
Azheri, B.Sc Datuak Palimo Sikumbang (GGT)
Dr. Busyra Azheri, SH, MH Datuak Bungsu Sikumbang (GGT)
Yusril Dani Datuang Tumangguang Koto (GGT)
M. Fuad Datuak Maruhun Koto (GGT)
Hendra Junaidi, SE. Ak. Datuak Maruhun Koto (GGR)
Rully Ramon Datuak Panduko Sinaro Caniago (GGR)
H. Wisril Kinandar Datuak Sinaro Kayo Guci (GGR)
Drs. Guspardi Gaus, MBA, MSi Datuak Batuah Sikumbang (GGR)
H. Ibdul, SH Datuak Bagindo Tanjuang (GGR)
Yeldi Anwar, SH Datuak Sati Koto (GGR)
Fauzan Azmi Ibrahim Datuak Marajo Koto (GGR)
H. Masdal Sarlis Datuak Panduko Sinaro Selayan (TBS)
Ir. H. Tifatul Sembiring Datuak Tumangguang Koto (TBS)
H. Havid Datuak Rangkayo Basa Payobada (TBS)
H. Indra, S.Ag. Datuak Rajo Agam Sikumbang (TBS)
H. Zulkifli Datuak Maka Pisang (TBS)
Drs. Amril Zubir Datuak Maninjun Pisang (GGR)
H. Irman Gusman, SE., MBA Datuak Nan Labiah Pisang (GGR)
H. Yan Bahtiar Datuak Maka Pisang (GGR)
Idris Datuak Sinaro Pili (GGR)
Edrizal Datuak Tan Malano Pili (GGR)
dr. Irsyad Mirwas Datuak Palimo Khatib Sikumbang (GGT)
Drs. Yanurisman Datuak Palindih nan Putiah Sikumbang (GGR)
H. Abdul Muis, B.Sc. Datuak Mangkudun nan Kuniang Pisang – VI Suku GGR
Nazmi Hamidi Datuak Sinaro Basa Pili (GGR)
Fakhri Yanto, S.Pd. Datuak Bajangguik Ameh Jambak (GGT)
H. Gusrizal Datuak Tumangguang nan Basa Koto (GGR)
Drs. Faisal Riza, AP., M.Ec.Dev Datuak Mangkudun Pisang (GGR)
Zuardi, S.Pd. Datuak Tan Maninjun Pisang (GGR)
Armadius Datuak Sulu Balang nan Kuniang Sikumbang
Yan Hendri Datuak Parapatiah Caniago (GGR)

Sebelumnya dari Nagari Guguak Tabek Sarojo hanya tujuh datuak yang masih ada yaitu:

1. Datuak Tan Tejo Marajo    Sikumbang Padang Tinggi (Datuak nan IV GGT)

2. A. Datuak Rajo Api               Pisang (GGT)

3. Datuak Malintang                  Koto (GGT)

4. Datuak Nan Bareno               Caniago (GGR)

5. Datuak Putiah                         Koto

6. Datuak Marajo                       Pisang (GGR)

7. Datuak Rajo Api                    Caniago (TBS)

Sehingga dengan pengangkat 47 datuak baru saat ini di Nagari Guguak Tabek Sarojo terdapat 54 datuak.

INILAH.COM, Padang – Menkominfo Tifatul Sembiring yang kini bergelar Datuak Tumangguang mengingatkan aparat penegak hukum untuk tidak melibas ketentuan adat.

“Hukum adat itu merupakan ketentuan yang bersifat khusus. Karena itu tidak bisa begitu saja dilibas aparat penegak hukum,” ujar Tifatul usai dikukuhkan sebagai datuk dari suku Koto, di Nagari Guguak Tabek Sarojo Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumbar, Sabtu (27/2).

Dia mengingatkan, harus ada pemahaman aparat penegak hukum tentang budaya atau adat istiadat setempat. Jangan karena hal-hal kecil, kata dia, menimbulkan gejolak di tengah-tengah masyarakat. Jangan sampai adat dan budaya setempat merasa dikesampingkan dalam penegakan hukum.

Terkait usul perlunya otonomi khusus bagi Provinsi Sumbar, Tifatul mengatakan menyerahkan kepada kalangan DPR atau DPD. Namun secara short time, kata dia, aparat penegak hukum baik kepolisian maupun kejaksaan agar mempelajari adat istiadat dimana berada.

“Pepatah mengatakan, dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” kata Tifatul.

Sumber; http://inilah.com/

Khutbah Iedul Adha 1430 H
Lapangan Kantor Gubernur Sumbar
Jln. Sudirman – Padang
Sumatera Barat

“Ya Allah, Jauhkan kami dari Musibah”
Oleh: Ir.H.Tifatul Sembiring*

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Walillahil Hamd.
Hadirin kaum muslimin dan muslimat rahima kumullah

Hari ini takbir berkumandang di seluruh dunia, membesarkan nama Allah. Gema takbir yang disuarakan oleh lebih dari satu seperempat milyar manusia di muka bumi ini, menyeruak disetiap sudut. Di lapangan, di surau-surau, di desa-desa, digunung-gunung, dikampung-kampung di seluruh pelosok negeri Islam.

Getarkan qalbu mu’min, yang tengah khusyu’ dzikrullah, penuh mahabbah, penuh ridho, penuh roja’ –harap-harap cemas akan hari perjumpaan dengan Khaliq, Pencipta.

Pekik suara itu juga kita bangkitkan disini, dibumi tempat kita bersujud. Iramanya memenuhi ruang antara langit dan bumi, disambut riuh rendah suara Malaikat nan tengah khusyu’ dalam penghambaan diri mereka kepada Allah swt.

Lanjut Baca »

(GTS) Pada 27 Februari 2010 telah dilaksanakan kegiatan baralek gadang batagak pangulu di Kanagarian Guguak Tabek Sarojo. Alek ini merupakan yang terbesar karena mengangkat 47 pangulu untuk wilayah Guguak Tinggi Tabek Sarojo yang meliputi Guguak Tinggi, Guguak Randah, dan Tabek Sarojo.

Diantara 47 pangulu yang merupakan anak nagari terbaik dari masing-masing kaum juga terdapat para pejabat penting negara Republik Indonesia, seperti Ir. Tifatul S. Dt. Tumangguang dari Suku Koto Tabek Sarojo yang merupakan Menkominfo, Irman Gusman Dt. Labiah dari Suku Pisang Guguak Randah yang merupakan Ketua DPD RI.

Semoga para pangulu baru ini dapat menjalankan amanah kaum dan menjadi panutan untuk membangun nagari Guguak Tabek Sarojo ke depan. (RKM)

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.